RSS

Muhammad Syukri : Depik Pengat, Menu Spesifik Dari Danau Laut Tawar

05 Oct

13282904221713476782

Ikan depik basah yang baru ditangkap dari Danau Laut Tawar Aceh Tengah

Ikan depik (Rosbora tawarensis) adalah ikan endemik yang terdapat di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Ikan kecil yang panjangnya sekitar 8 cm serta lebarnya 2 cm dapat ditangkap sepanjang tahun, terutama pada musim penghujan. Pada musim kemarau, ikan depik hanya dapat ditangkap pada saat bertiup angin dingin, oleh masyarakat setempat diberi nama angin depik (bahasa Gayo: kuyu ni depik).

Keberadaan ikan depik benar-benar anugerah bagi masyarakat sekitar Danau Laut Tawar, karena ikan kecil ini menjadi sumber protein utama. Banyak cara menangkap ikan depik. C.Snouck Hurgronje dalam buku Het Gajoland en Zijne Bewoners (1903) yang diterjemahkan Hatta Hasan (1996) menggambarkan pola penangkapan ikan depik di awal tahun 1900.

13282905491952490322

Depik pengat yang siap untuk dinikmati, warna dan aromanya memancing selera makan

“Alat yang digunakan untuk menangkap ikan depik bernama cangkul, sejenis jaring dengan bagian pinggirnya selebar 5 mata disebut kejer yang terbuat dari benang keri. Keempat sudutnya masing-masing diikatkan pada 4 batang tongkat yang terbuat dari belahan bambu yang dilengkungkan. Keempat ujungnya bertemu dan menyatu pada satu persilangan yang disebut paruk. Dengan menggunakan sepotong bambu bulat sepanjang 2,5 meter yang disebut ger (gagang), cangkul ini siap diturunkan persis tergantung di atas batu untuk menunggu kawanan depik lewat. Begitu ikan masuk, cangkul inipun diangkat,”

Dewasa ini, masyarakat di sekitar Danau Laut Tawar menggunakan jaring yang mereka sebut doran untuk menangkap ikan depik. Jaring yang lebarnya sekitar 2 meter dan panjangnya mencapai 100 meter itu dibentangkan dari Barat ke Timur. Saat kawanan depik melintas dari Selatan ke Utara untuk memijah telurnya akan tersangkut di jaring tadi. Pola penangkapan dengan jaring ini sangat mengkhawatirkan populasi ikan depik, karena kawanan ikan ini sudah tertangkap sebelum sempat memijah telurnya.

 

13282906872098709741

Depik goreng, paling enak dijadikan cemilan bersama secangkir kopi arabika gayo

Sebagai sumber protein utama warga sekitar Danau Laut Tawar, ikan depik dapat ditemukan setiap hari di pasar ikan kota Takengon. Karena ikan ini spesifik, maka harga jualnya relatif mahal, 1 liternya (250 gram) berharga Rp.30 ribu. Walaupun berharga mahal, ikan depik tetap laris manis dan selalu habis terjual. Para penjual ikan depik umumnya adalah kaum perempuan, sementara yang menjaringnya di danau adalah laki-laki.

Bagaimana cara menikmati ikan depik? Paling praktis adalah dengan menggorengnya, setelah dibubuhi jeruk nipis dan garam secukupnya. Sering juga ikan depik digoreng dengan baluran telor atau tepung terigu. Istimewanya, sisik dan sirip ikan depik tidak perlu dibersihkan, pertama karena ikannya kecil dan yang kedua rasa sisik dan siripnya cukup gurih. Ikan depik makin gurih jika diolah dalam keadaan sedang ada telurnya.

Cara mengolah ikan depik yang lebih maknyus adalah dengan cara “pengat.” Masyarakat di sekitar Danau Laut Tawar sering menyebutnya dengan depik pengat. Menurut Inen Fauzul, “master chef” pada Kantin Batas Kota di Takengon mengungkapkan resep rahasia membuat depik pengat.

    1. Sediakan 250 gram ikan depik yang sudah dicuci dan dibubuhi air asam (jeruk nipis) dan garam secukupnya. Biarkan sampai 15 menit, supaya air asam dan garam meresap dalam tubuh ikan tersebut.

    2. Sediakan cabe merah 5 buah, tomat 2 buah, kunyit 1 buah, bawang merah 5 ulas. Kemudian, bahan-bahan itu digiling sampai halus.

    3. Bumbu yang sudah dihaluskan itu dibalur dalam ikan depik yang telah diberi asam dan garam tadi. Bubuhkan air satu cangkir teh, lalu tambahkan lima tangkai buah empan (andaman) atau daun kemangi untuk menimbulkan efek harum.

    4. Rebus menu depik pengat itu selama 30 menit atau sampai airnya mengering. Setelah airnya kering, menu depik pengat siap untuk dinikmati.

Mau mencoba? Boleh datang ke Takengon Aceh Tengah, atau dapat dipraktekkan dengan mengganti ikan depik dengan ikan air tawar lainnya. Rasakan sensasi depik pengat yang membuat kita ingin kembali lagi ke Takengon, apalagi nasinya berasal dari beras Kebayakan (beras putih dari dataran tinggi) yang harum dan pulen.

 
Leave a comment

Posted by on October 5, 2013 in Home

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: