RSS

SEKILAS TENTANG SEJARAH TARI GUEL

04 Oct

ImageTari Guel adalah salah satu khasanah budaya Gayo di Aceh. Guel berarti membunyikan. Khususnya di daerah dataran tinggi gayo, tarian ini memiliki kisah panjang dan unik. Para peneliti dan koreografer tari mengatakan tarian ini bukan hanya sekedar tari. Dia merupakan gabungan dari seni sastra, seni musik dan seni tari itu sendiri. Tari guel bukan hanya sebuah tari biasa namun tari guel merupakan budaya yang memiliki makna dan tradisi adat tertentu seperti penyambutan para petinggi di daerah gayo, dan pentinggi yang mendatangi derah Gayo. Selain itu tari guel saat ini juga digunkan saat pesta perkawinan, ketika akan menyambut kedua mempelai.

Konon tari guel yang di iringi irama musik dan nyanyian ini, memiliki cerita atau kisah, ketika menaklukan Gajah putih yang ada di rimbaraya kecamatan Gajah Puti Bener Meriah, yang akan dibawa ke Aceh Darusalam atau saat ini dikenan (Banda Aceh), atas permintaan Putri Raja Sultan. Sengeda yang saat itu menjadi Pawang kehabisan akal utuk menaklukan Gajah Putih.

Konon Guna menjinakkan dan memancing Gajah Putih utuk keluar, diadakanlah kenduri dengan membakar Kemenyan, serta memukul kayu sehingga menghasilkan bunyi-bunyian. mendengar bunyian tersebut keluarga sengeda melakukan Gerkan Tari. Alhasil Gajah Putih pun keluar Dari persebunyiannya. Berbagai macam cara dilakukan guna mengiring gajah, namun tetap saja Gajah tidak berpindah tempat.

Sengeda kembali memerintahkan rombongan dengan niat tulus dan ikhlas. Agar menari dengan mengerakan tangan seperti gerakan belalai Gajah, disertai dengan salam sembahan kepada Gajah. Sehingga gajah dapat di taklukkan dan di bawa ke Banda Aceh di iringi tari guel tersebut.

Dalam perkembangannya, tari Guel timbul tenggelam, namun Guel menjadi tari tradisi terutama dalam upacara adat tertentu. Guel sepenuhnya apresiasi terhadap wujud alam, lingkkungan kemudian dirangkai begitu rupa melalui gerak simbolis dan hentakan irama. Tari ini adalah media informatif. Kekompakan dalam padu padan antara seni satra, musik/suara, gerak memungkinkan untuk dikembangkan (kolaborasi) sesuai dengan semangat zaman, dan perubahan pola pikir masyarakat setempat. Guel tentu punya filosofi berdasarkan sejarah kelahirannya. Maka rentang 90-an tarian ini menjadi objek penelitian sejumlah surveyor dalam dan luar negeri.

 
Leave a comment

Posted by on October 4, 2013 in Home

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: